Laa Tahzan ukhtiku... walau ku tau kau serapuh kertas yang mudah basah saat tersentuh percikan air.
Jangan bersedih ukhtiku... walau hatimu mudah sendu saat terjatuh tapi tetaplah tersenyum ukhtiku, karena Tuhan selalu mengulur tangannya untuk mereka yang lemah lembut yang selalu bermunajah.
Tapi menagislah ukhtiku, hanya seperlunya saja hanya bila mendung memang tak mampu dibendung lagi selepas itu berlari dan bebaskan asa yang mengikatmu biarkan ia lepas dan terlepas agar duniamu dapat kau tebas dengan liar tanpa harus ada beban.
Dan bila sedih masih bergelayut dihatimu maka pahamilah ayat Tuhan mu ukhtiku...
“...Dan ingatlah apa yang dibacakan dirumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sungguh Allah Maha Lembut, Maha Mengetahui ” (Surah 33:34)
Jadi peganglah apa yang kamu yakini dari Tuhanmu. ukhtiku, sesungguhnya hanya pada-Nya sebaik-baik tempat berkeluh-kesah. Yakinkanlah dirimu bahwa tangismu tak melebihi tangisan untuk rindu dibelai Tuhanmu .
Aku hanya ingin suratkan kepadamu sebagai penewar dikala rapuh tetapi akupun bukan penawar yang sesungguhnya karena obatnya ada padamu bukan padaku karena aku ibarat resep yang dianjurkan sedangkan obatnya sudah kau genggam seutuhnya tinggal diapakan obat itu, apakah kau ikuti resep dariku atau tidak,.
Jadi...ukhtiku,sesungguhnya kamu tidak serapuh yang kau bayangkan hanya saja kelopak matamu terlalu cinta akan air yang mengalir, yang mudah merembes dikala hati dikejutkan suara batin akhirnya jadi sendu dan membiru.
Namun logikamu bisa mengatasi itu karena ku tau kau mampu menyalahi aturan hati seperti halnya mimpi-mimpimu tak perduli selemah apa bentuk fisikmu, itu bukan penghalang yang berarti untukmu karena kau percaya Tuhan berada dipihakmu itu yang menjadi kuncimu untuk bertahan hingga detik ini.
“dengarkan aku ukhtiku....”
Aku ingin kamu berontak!!! seperti liarmu dalam mengejar mimpi-mimpimu.
Seperti gilamu menutupi keluh-kesahmu
dan Seperti candamu yang menerobos batas kewarasan.
Karena ku tau kau tak mudah dikalahkan perasaanmu sekalipun sakit dan ngilu itu menganga dihatimu tapi itu tak mesti hentikan senyummu dan redupkan hari-harimu. Itu yang ku yakini darimu...
“ukhtiku... kamu tak pernah sendiri sekalipun aku tiada disisi tetap saja kau tak pernah sendiri”
Ingat itu!!!. ^_^
02-11-2010
Gambaran Semangat Hati
Teruntuk Ukhtiku Saudariku.

0 komentar:
Posting Komentar